Category: Renungan

  • Rencana Tahun 2022

    Rencana Tahun 2022

    Salah satu kebiasaan yang banyak dilakukan orang menjelang pergantian tahun adalah membuat rencana atau resolusi untuk tahun yang baru. Biasanya hal ini dibuat di minggu-minggu terakhir tahun sebelumnya, supaya persis ketika tahun yang baru dimulai, kita sudah bisa mulai membiasakan diri untuk melaksanakan komitmen baru ini.

    Saya sendiri tidak membuat banyak rencana atau resolusi untuk tahun 2022 ini. Hanya rutinitas yang ingin diperbaiki seperti olahraga setiap hari, atau baca Alkitab setiap hari.

    Di akhir tahun 2021, saya punya keyakinan dan semangat bahwa saya pasti bisa konsisten melakukannya, start dari tanggal 1 Januari 2022. Tapi dalam kenyataannya, sejujurnya setiap hari merupakan perjuangan. Melakukan sesuatu yang baik secara konsisten di tahun 2022 sama sulitnya seperti mencoba konsisten di tahun 2021.

    Kalau begini, sebenarnya perlukah kita membuat rencana awal tahun?

    perlukah membuat rencana di tahun baru?
    (more…)
  • Gemerlap Cahaya Tahun Baru

    Gemerlap Cahaya Tahun Baru

    Sejak sekitar dua puluh tahun lalu, hampir di semua negara pergantian tahun dirayakan dengan pertunjukan kembang api yang besar dan indah di pusat kota besar mereka. Setiap negara seperti berlomba untuk mengadakan pesta pergantian tahun di ibukotanya dengan atraksi kembang api yang megah. Singapura, London, Sydney, Amsterdam, Dubai… kota apa yang paling luar biasa kembang apinya?

    Beberapa tahun belakangan, budaya pergantian tahun ini pun bukan hanya diselenggarakan oleh pemerintah di pusat kota, tapi juga dilakukan oleh masyarakat umum di perumahan tempat mereka tinggal. Semua orang bergairah untuk membuat malam pergantian tahun semeriah mungkin. Mereka memasang kembang api, meniup terompet, bersorak sorai untuk menandakan tahun yang lama (yang mungkin penuh dengan kesulitan) sudah berlalu, selamat datang tahun yang baru yang penuh dengan bahagia!

    Gemerlapnya cahaya kembang api dan riuhnya terompet di pergantian tahun seakan menjadi tanda bahwa tahun yang baru ini akan menjadi milik kita. Tahun yang baru ini akan menjadi tahun yang menjanjikan keberhasilan dan kebahagiaan. Tidak akan ada lagi duka! Tahun yang baru adalah tahun yang penuh bahagia!

    Cahaya sebagai lambang harapan di tahun yang baru

    Pergantian tanggal dari 31 Desember ke 1 Januari seperti membuka lembaran baru bagi kehidupan manusia. Pergantian angka tahun dari 2021 ke 2022 seperti menjadi gong dimana kehidupan baru akan dimulai.

    Cahaya yang indah dari kembang api seakan menjadi lambang harapan masa depan yang lebih cerah. Di tengah malam yang gelap, gemerlapnya menjadi tombol start bagi pengharapan kita. Dengan melihat kepadanya, sejenak kita bisa melupakan segala kesulitan dan kesusahan di tahun sebelumnya.

    Kristus, Cahaya yang sejati

    Ketika kita mengenal Tuhan, kita mengenal Dia sebagai Sumber Cahaya yang sejati. Pengikut Kristus tidak perlu takut akan kegelapan malam, pengikut Kristus tidak perlu takut akan apa yang akan terjadi di tahun 2022 yang akan datang. Karena kita memasuki tahun yang baru bukan di dalam kegelapan – bukan karena kita mengawalinya dengan kembang api yang gemerlap, tapi karena kita memiliki Sumber Cahaya itu sendiri yang berjalan bersama-sama dengan kita.

    Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

    Yohanes 8:12 (TB)

    Firman Allah, Cahaya yang hidup

    Mazmur 119:105 TB

    Tapi bagaimanakah caranya menemukan Terang dan Cahaya itu untuk mengiringi jalan kita? Tuhan bukanlah sosok yang terlihat secara kasat mata, dan sering sekali di dalam ketidakpastian, Dia tidak bisa kita rasakan.

    Untuk itulah kita perlu kembali kepada Firman Tuhan. Yesus adalah Firman yang hidup, dan Firman itu sudah diberikan kepada kita secara tertulis di dalam Alkitab. Apabila kita ingin menjalani tahun yang baru ini dengan sebuah obor di tangan kita supaya kita tidak mudah tersandung di perjalanan, kita harus setia menggali dan mempelajari Firman-Nya di dalam Alkitab.

    Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

    Mazmur 119:105 (TB)  

    Setiap hari adalah anugerah

    Ratapan 3:22-23 TB

    Meskipun pergantian tanggal dan tahun bisa menjadi momentum yang indah untuk memulai dan mengharapkan sesuatu, tetapi sesungguhnya tidak ada kekuatan ajaib pada pergantian tahun itu sendiri.

    Harapan yang baru bisa kita alami kapan saja, tidak tergantung tanggal berapa. Dan harapan itu tidak terbatas pada 365 hari ke depan tetapi hanya terbatas pada waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Sesungguhnya, setiap hari adalah anugerah dari Tuhan untuk kita, yang harus kita gunakan sebaik-baiknya untuk mengerjakan pekerjaan yang Tuhan berikan kepada kita.

    Jadi bila Sahabat membuat sebuah resolusi tahun baru yang ternyata terhambat di tengah jalan, jangan menyerah. Setiap hari adalah awal yang baru, setiap hari adalah momentum yang baik untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan.

    Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

    Ratapan 3:22-23 (TB)

    Allah sumber pengharapan yang sejati

    Yeremia 29:11 TB

    Gemerlap kembang api juga bisa menjadi lambang harapan kehidupan yang cerah bagi manusia di dalam memulai tahun yang baru. Pemimpin-pemimpin negara memberikan pidato mereka pada pergantian tahun, berusaha memberikan rasa tenang bagi rakyat setelah melewati satu tahun yang berat dan juga memberikan harapan, janji bahwa tahun ke depan semua akan terasa lebih baik.

    Tahun 2020 dan tahun 2021 adalah tahun yang berat bagi seluruh umat manusia dikarenakan pandemi Corona ini. Ada banyak keluarga yang kehilangan orang yang dikasihi mereka, ada banyak ketidakpastian di dalam pekerjaan, kondisi finansial dan juga pendidikan bagi anak-anak kita. Dan sepertinya pandemi Corona belum akan segera berakhir.

    Di dalam situasi seperti ini, cahaya kembang api yang indah dan suara riuh yang gegap gempita hanyalah menjadi sarana untuk mengalihkan kegundahan kita untuk sementara. Bagi orang yang percaya, Kristuslah lambang harapan kita, dan Dia-lah yang menjadi sumber segala pengharapan yang tidak mengecewakan.

    Tidak ada jaminan bahwa sebagai pengikut Kristus, tahun 2022 akan kita jalani dengan penuh kemudahan dan kesuksesan. Tetapi kita bisa percaya bahwa tangan Tuhan ada menyertai setiap langkah kita, memberikan kekuatan kepada kita di dalam mengatasi segala kesulitan yang mungkin akan kita temui. Dan paling penting lagi: kita percaya akan kasih-Nya: Allah mengasihi kita, dan menginginkan yang baik bahkan yang terbaik bagi kita.

    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

    Yeremia 29:11 (TB)

    Marilah kita dengan berani memasuki tahun 2022, dengan pengetahuan dan keyakinan kalau Tuhan di dalam Firman-Nya menerangi jalan kita. Dan dengan keyakinan bahwa pengharapan kita ada di dalam Allah yang mengasihi kita. Amin.

    Selamat Tahun Baru dari pelitaterang.com
  • Mama, Mengapa Kamu Tidak Pernah Tertawa?

    Mama, Mengapa Kamu Tidak Pernah Tertawa?

    Hari masih pagi dan matahari belum lagi naik. Anak-anak sibuk dengan sarapannya dan saya makan pagi sambil membuatkan bekal buat mereka bawa ke sekolah. Tiba-tiba si sulung bertanya, “Mama, mengapa kamu tidak pernah tertawa?”

    Dengan kening sedikit berkerut, saya bertanya kembali, “Kenapa kamu bertanya seperti itu?” Anak-anak kami suka sekali ngobrol di meja makan dan itu membuat waktu makan mereka lebih panjang. Kami sering sekali terlambat karena mereka belum bisa fokus dan cepat dalam bersiap-siap.

    “Ya, karena kata guruku di sekolah, orang yang tertawa akan panjang umurnya. Anak-anak sering tertawa – bisa 300 kali dalam satu minggu. Tapi orang dewasa hanya empat kali tertawa dalam seminggu,” jawab anak saya. Sambil masih sibuk memikirkan barang-barang apa saja yang saya harus siapkan, saya menjawab, “Ya, mama pasti gampang tertawa kalau kalian menurut sama Mama. Tapi kalau kalian selalu susah mendengar dan tidak langsung tanggap apa yang mama perintahkan, bagaimana Mama mau gampang tersenyum dan tertawa?”

    Pagi itu, ketika anak-anak pergi ke sekolah, saya duduk dan menemukan ayat ini di layar telepon saya:

    Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

    Filipi 4:4 (TB) 
    Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Filipi 4:4 (TB)

    Hati saya langsung tertegur. Anak saya benar, saya perlu tertawa, saya perlu bersukacita.

    (more…)
  • Pentingnya Sebuah Kepastian

    Pentingnya Sebuah Kepastian

    Bolak-balik saya melihat ke telepon sambil bertanya di dalam hati, mungkin sudah ada email yang masuk dari rumah sakit tentang hasil tes PCR yang saya jalani pagi ini. Sudah hampir satu minggu anak-anak batuk, dan nampaknya virus dari mereka sudah menular kepada saya.

    Dua tahun lalu, sedikit batuk dan pilek bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan. Tetapi di zaman pandemi ini, bisa jadi kami sekeluarga sudah tertular virus Corona. Apalagi angka penyebaran sedang meningkat beberapa minggu ini. Ah, andaikan saja hasil tesnya bisa cepat diketahui. Tidak enak rasanya merasa tak pasti seperti ini…

    Hidup ini penuh ketidakpastian

    pelita terang - kepastian

    Hidup kita di dunia senantiasa penuh dengan ketidakpastian: pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa kita langsung lihat apa jawabannya. Apakah aku bisa membayar uang sekolah anak-anak untuk besok? Apakah penyakitku ini serius, bisakah aku sembuh? Apakah akan ada pekerjaan baru setelah ada pengurangan pegawai seperti sekarang?

    Setiap dari kita memiliki pertanyaan seperti ini, masing-masing dengan pertanyaan yang tidak persis sama, tetapi memiliki rasa gelisah yang serupa. Perasaan bahwa kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok membuat kita merasa kehilangan kontrol atas kehidupan kita.

    Bagaimana saya bisa membuat rencana untuk usaha dan pekerjaan, bila peraturan pemerintah tentang Corona terus berganti? Bagaimana saya bisa membuat rencana masa depan, bila saya tidak melihat ada jalan untuk meneruskan sekolah? Semua pertanyaan semacam ini dapat membuat kita takut dan kuatir, bahkan berputus asa.

    Kristus memberi kepastian dalam keselamatan

    pelita terang - kepastian

    Ketidakpastian dalam hidup bukanlah hal yang menyenangkan. Kita butuh kepastian, kita butuh jawaban atas hal-hal yang masih ‘menggantung’. Tetapi di saat yang sama, ketidakpastian yang kita alami menolong kita menyadari bahwa sesungguhnya, kita tidak memiliki kontrol penuh atas kehidupan ini. Ada banyak hal yang kendalinya ada di luar diri kita. Kalau kita tidak bisa mengendalikan semuanya, lalu siapa yang bisa melakukannya?

    Kita sering sekali kuatir karena ketidakpastian hidup tentang pekerjaan, kesehatan, keamanan finansial. Hal-hal yang bila tidak dimiliki akan memberi dampak langsung bagi kehidupan kita. Tetapi bagaimana dengan status kehidupan jiwa kita? Setelah umur usai dan dunia ini berakhir, akan kemanakah kita pergi? Apakah yang akan terjadi dengan hidup kita?

    Alkitab yang adalah Firman Allah yang hidup memuat banyak ayat yang menjelaskan, bahwa di dalam Kristus, ada jaminan keselamatan dan hidup yang kekal.

    pelita terang - kepastian
    Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16 (TB)

    Janji ini diucapkan langsung oleh Yesus Kristus, sang Anak Allah yang hidup. Ia yang sendiri menjamin bahwa bila kita percaya kepada-Nya, kita akan memperoleh hidup yang kekal.

    Keselamatan bukan (hanya) soal hidup kekal

    pelita terang - kepastian

    Tetapi sesungguhnya, menerima Yesus sebagai Juruselamat itu bukan hanya sekedar supaya kita kelak masuk Surga. Hidup yang kekal setelah kematian adalah anugerah yang besar, tetapi hidup kita yang sekarang ini – itulah yang ingin dipulihkan oleh Allah melalui Anak-Nya.

    Pada mulanya, Allah menciptakan dunia dan segala isinya sebagai ciptaan yang sempurna. Demikian juga hubungan kita dengan Allah pada mulanya adalah hubungan yang begitu dekat dan akrab, hubungan antara seorang anak kepada Bapa yang menciptakan dia. Namun akibat dari dosa, manusia menjadi terpisah dari Allah.

    Menerima Kristus dan karya keselamatan-Nya akan memulihkan hubungan yang rusak ini. Hidup kita sekarang di dunia bisa menjadi hidup yang berbeda, kembali seperti kehidupan yang dimiliki Adam pada mula dunia diciptakan: Berjalan berdampingan bersama Allah.

    pelita terang - kepastian
    Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. 2 Korintus 5:19 (TB)

    Hidup bersama dengan Allah yang mengetahui segala sesuatu

    pelita terang - kepastian

    Apakah dampak karunia keselamatan kepada hidup kita yang sekarang ini di dunia? 

    Dengan hubungan yang sudah dipulihkan, kita benar-benar sudah menjadi anak-anak Allah dan hidup berdampingan dengan dia. Dan itu berarti kita bisa mempercayakan hidup kita kepada Dia, yang mengetahui segala sesuatu di dalam hidup kita, bahkan sebelum dunia diciptakan.

    Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. Mazmur 139:14-16 (TB)  

    Allah yang sangat mengasihi kita

    pelita terang - kepastian

    Dan bukan saja kita bisa menjadi yakin dan tenang karena Allah mengetahui segala sesuatu tentang  kita, Dia juga mencintai kita dan tidak akan membiarkan kita terlepas dari kasih-Nya.

    Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 8:35-39 (TB)  

    Dengan demikian, meskipun kita sekarang hidup di dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian, meskipun di dalam hidup ada banyak pertanyaan, kita punya sebuah kepastian yang besar bila kita percaya kepada Kristus dan menyerahkan diri kepada karya keselamatan-nya. 

    Sesungguhnya (1) hidup kita ada di dalam tangan Tuhan yang mengetahui segala sesuatu dan mengendalikan segala sesuatu, dan (2) Tuhan mengasihi kita dan tidak akan melepaskan kita, bahaya apapun yang kita hadapi.

    Hidup penuh dengan kepastian bersama Tuhan

    pelita terang - kepastian

    Ada sebuah cerita tentang seorang ibu yang selama bertahun-tahun memiliki penyakit kronis yang membuat dia harus berulang kali dioperasi. Sahabatnya bertanya kepadanya, bagaimana dia bisa terlihat tenang di dalam begitu banyak kejadian seperti ini.

    Si ibu menjawab, “Tentu saja saya tidak selalu merasa tenang. Setiap hari saya lalu dengan hati berdebar. Tetapi saya ingat Alkitab pernah berkata, kalau Kristus sudah mau menyerahkan hidup-Nya untuk kita, tidak ada lagi pemberian yang lebih besar daripada pengorbanan-Nya. Jadi mestinya, segala kondisi kesehatan inipun ada di dalam kendali Tuhan. Yang bisa saya lakukan adalah bersyukur setiap pagi untuk hari yang baru, mempercayakan semua ke dalam tangan Tuhan yang memberikan jaminan dan kepastian, dan bersyukur di malam hari ketika satu hari sudah berlalu dan kami semua masih diberikan kesehatan.”

    Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Roma 8:31-32 (TB)

    Demikian juga dengan kita, Sahabat. Hidup kita bila bersama Tuhan, bukan lagi hidup yang penuh dengan pertanyaan yang menakutkan. Tetapi berubah menjadi hidup yang penuh dengan rasa tenang dan keyakinan karena tidak dijalani sendirian.

    Yakinlah para Sahabat akan semua hal ini. Semua ini dikatakan oleh Allah sendiri di dalam Firman-Nya. Dia ingin hidup yang sedang kita jalani di dunia ini menjadi hidup yang berbuah karena dijalani dengan sebuah kepastian dan sukacita.

    Bila Sahabat masih merasa lelah atau ragu karena ada banyak beban atau kepercayaan, mari kita datang kepada Tuhan dan menikmati kelegaan yang dijanjikan-Nya.

    pelita terang - kepastian
    Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." Matius 11:28-30 (TB)  

    Tuhan memberkati kita semua. 

  • Waktu dan Tempat

    Waktu dan Tempat

    “Kepada Bapak Rudi yang terhormat, waktu dan tempat kami persilakan.”

    “Selamat pagi para hadirin yang terhormat. Terimakasih atas kesempatan yang sudah diberikan kepada saya untuk memberikan presentasi di dalam seminar hari ini…”

    Hallo sahabat Pelita Terang, pasti pernah mendengar kalimat seperti di atas kan? Kalimat yang sering kita dengar, tapi jarang kita renungkan. Mengapa bila kita mendapat kesempatan untuk tampil di depan, pihak penyelenggara akan memberikan kepada kita “waktu dan tempat”?

    Apakah arti waktu dan tempat di dalam kalimat yang sering kita dengar ini?

    Waktu sebagai modal atau kekayaan

    Kekayaan sering diidentikan dengan harta benda: materi dan uang. Berapa jumlah uang yang tersimpan di bank atau berapa banyak properti yang kita miliki. Cara berpikir demikian bisa membuat kita kecil hati saat menyadari kita tidak kaya secara materi.

    Jumlah materi yang terbatas sering memberi definisi dan batas pada kesempatan yang kita miliki. Kesempatan untuk maju dan berkembang dan menjadi lebih baik, bahkan kesempatan untuk melayani Tuhan, sering terhambat oleh pikiran “saya belum cukup secara materi”.

    Tetapi tahukah Sahabat, kalau lebih daripada berapa materi yang kita punya, salah satu anugerah terpenting yang diberikan Tuhan sebagai modal bagi kita telah diberikan oleh-Nya di dalam bentuk waktu dan ruang?

    Hidup adalah waktu yang diberikan oleh Tuhan

    Your time is your property, your space is your property. Properti berupa waktu menentukan eksistensi, keberadaan kita di dunia ini. Kita bisa punya apa saja di dalam dunia ini, tetapi bila kita tidak memiliki waktu lagi, bila Tuhan tidak memperpanjang usia kita lagi, apakah artinya?

    Ada banyak cerita tentang orang-orang yang berusaha untuk hidup lebih panjang. Mereka melakukan usaha mulai dari pendekatan alami seperti pola hidup sehat, makanan bergizi dan olahraga yang cukup sampai jenis usaha yang ekstrim: ruang oksigen murni, transfusi darah, membekukan tubuh, dan sebagainya. Tetapi Pandemi Corona membawa kita semua kepada kenyataan kalau hidup ini singkat, dan bisa berakhir kapan saja tanpa bisa kita antisipasi.

    Waktu yang Tuhan berikan tidaklah tidak terbatas. Waktu itulah aset yang paling berharga yang bisa kita gunakan untuk memenuhi tujuan hidup kita: kita diciptakan Tuhan untuk menjadi berkat bagi bumi dan bagi sesama, dan untuk memuliakan nama-Nya.

    Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Mazmur 90:10-12 (TB)

    Tempat sebagai modal atau kekayaan

    Seorang pegawai negeri mendapat penugasan dari negara secara spesifik di daerah mana dia akan bertugas. Ada dokter yang diutus untuk pergi ke sebuah daerah di Sumatera, atau seorang hakim yang bertugas di pelosok pulau Jawa. Mereka diutus sebagai wakil negara untuk melayani para penduduk di tempat tersebut.

    Sama seperti itu,  di mana kita sekarang ditempatkan oleh Tuhan bukanlah sebuah kebetulan. Di manapun Sahabat berada, di kota apa, di pulau apa, di tengah orang yang bagaimana, itu semua adalah rencana khusus Tuhan bagi kita.

    Pada waktu Nabi Yeremia dipanggil, dia mengalami percakapan dengan Tuhan:

    "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Yeremia 1:5-7 (TB)

    Kita mungkin tidak dipanggil untuk menjadi seorang nabi besar seperti Yeremia. Tetapi sama seperti Yeremia – meskipun dengan porsi berbeda – kita dipanggil Tuhan untuk melayani Dia. Untuk melakukan perintah-Nya, untuk menyatakan kasih dan kebenaran Tuhan bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.

    Ratu Ester di dalam kitab Ester juga diingatkan oleh Mordekhai, bahwa posisinya sebagai ratu di Kerajaan Persia bukanlah kebetulan. Tetapi sudah ditentukan Tuhan untuk bisa dipakai oleh-Nya menyelamatkan bangsa Yahudi.

    maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu." Ester 4:13-14 (TB)

    Menggunakan modal waktu dan tempat untuk pekerjaan Tuhan

    Property of space: kemungkinan kita tinggal dan menjelajah di sebuah tempat adalah sebuah properti, sebuah kesempatan yang harus digunakan. Ada yang diberikan Tuhan properti tempat/space yang sangat terbatas: mereka tidak pernah meninggalkan tempat kelahirannya, tinggal di kota yang sama sejak kecil sampai dewasa, bergaul dengan orang-orang yang sama.

    Tetapi ada juga orang yang dengan limit yang lebih besar, bisa tinggal di berbagai kota bahkan di berbagai negara, menjelajah wilayah yang lebih besar dari orang lain. Bertemu dengan lebih banyak orang lagi.

    Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Kisah Para Rasul 17:26-27 (TB)  

    Kisah Para Rasul menjelaskan: Tuhan telah menentukan musim (waktu), dan menentukan batas-batas kediaman (tempat) bagi kita. Tujuannya supaya kita mencari Dia dan menemukan Dia. Kita berada di mana kita berada sekarang ini merupakan rahasia dan rencana Tuhan untuk hidup kita. Tempat dan waktu di mana kita diletakkan sekarang adalah wadah bagi kita untuk menemukan Dia.

    Justru di tempat dan waktu yang sekarang ini lah, yang sifatnya sangat unik karena tidak ada satu orang pun yang punya penempatan yang persis sama – kita berkesempatan untuk menyentuh hidup orang yang berbeda-beda. Di tempat saya tinggal, Tuhan bisa memakai saya menjadi saluran berkat bagi si A, B, dan C. Mungkin di sekitar tempat Sahabat tinggal ada si E, F, dan G, yang punya kebutuhan berbeda yang juga diijinkan Tuhan ada di situ supaya Dia bisa menggunakan Anda untuk menjangkau hidup mereka.

    Begitu pula dengan waktu yang kita punya sekarang, properti waktu di dalam hidup – berapa panjang dan pendek umur yang diberikan TUhan kepada kita, dan bagaimana kita menggunakannya? Apakah kita menggunakan waktu yang kita punya untuk kepentingan, kesenangan, kemauan diri kita sendiri? Atau kita memakai waktu kita untuk hal-hal yang mulia, bersifat kekal, dan berguna bagi orang lain?

    Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja. Yohanes 9:4 (TB)
    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Efesus 5:15-17 (TB)

    Waktu dan tempat adalah modal, tetapi bukan milik kita

    Abraham Kuyper, seorang teolog dari Belanda di awal tahun 1900an berkata: Tidak ada satu inci persegi pun di seluruh wilayah keberadaan manusia di mana Kristus yang Berdaulat atas semua, tidak berseru: Milik-Ku!

    Semua hal yang kita miliki, baik itu waktu (umur) yang kita punya, tempat dan lingkungan di mana kita ditempatkan oleh Tuhan, kesehatan, kepintaran, harta benda – semua itu adalah milik Tuhan. Semua hal itu bukanlah tujuan akhir dari kehidupan kita, melainkan alat atau wadah di mana melalui properti itu kita bisa melakukan kehendak Tuhan.

    Marilah kita bersama-sama merenungkan hal ini dan dengan giat memakai semua hal yang Tuhan berikan kepada kita untuk kemuliaan Nama-Nya. Amin.

    Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Roma 13:11-12 (TB)  
  • Peninggalan Orangtua

    Peninggalan Orangtua

    Saya sekeluarga menetap di rantau, jauh dari kerabat dan keluarga besar. Dua tahun lalu mertua saya datang untuk berkunjung dan tinggal dua bulan lamanya di rumah kami. Sungguh senang rasanya bila ada mereka di rumah – anak-anak bisa setiap hari bersama kakek dan neneknya. Suatu hal yang tidak bisa setiap hari dilakukan.

    Sewaktu mereka hendak terbang kembali ke rumah, mereka harus meninggalkan beberapa barang karena kopernya sudah terlalu penuh dengan oleh-oleh untuk keluarga.

    Saat koper dibongkar, saya melihat Alkitab milik ayah mertua. Saya bertanya, bolehkah Alkitab itu ditinggal untuk kami saja? Suami saya menegur karena dia tahu bahwa ayahnya membaca Alkitab itu setiap hari. Di dalamnya ada catatan-catatan beliau pribadi.

    Tapi justru itulah saya meminta Alkitab itu menjadi milik kami. Dengan fakta kami tidak bisa sering bertemu orangtua, bisa memiliki sebuah benda sebagai pengingat akan mereka sangatlah menenangkan. Benda apakah yang paling baik selain Alkitab yang memang biasa mereka baca? Catatan di dalamnya akan menjadi harta karun yang berharga karena kami bisa belajar dari ayat-ayat yang dianggap penting oleh orangtua kami.

    (more…)